PERENCANAAN KURIKULUM DARI DIMENSI MANUSIA

Senin, 14 Januari 2013

Dalam proses perencanaan kurikulum Variabel manusia sangat banyak dan kompleks,yakni administrator, siswa, masyarakat, pekerja kurikulum, guru dan pemimpin kurikulum . Kegagalan atau kesuksesan akan tergantung pada  bagaimana hubungan anggota satu dengan yang lain . Cara sekolah dan dewan kurikulum saling berhubungan dengan orang tua, dan orang yang lain di dalam masyarakat, dan para siswa dapat berhasil atau gagal merupakan usaha kurikulum.
Ketika kita membandingkan prestasi sekolah dalam peningkatan kurikulum, kita dengan cepat menemukan variasi dalam ketrampilan kepemimpinan ( 1) para orang yang mengarahkan studi kurikulum, ( 2) dewan atau panitia kurikulum, ( 3) sekolah dan ( 4)  tiga kesatuan tersebut saling bekerja bersama.
Orang-orang yang berperan di dalam perencanaan kurikulum adalah para administrator, para siswa, para guru dan orang-orang dewasa lain sebagai warganegara di dalam masyarakat serta pemimpin dan pekerja kurikulum. Untuk lebih jelasnya kita akan membahas peran para pelaku kurikulum dalam proses perencanaan kurikulum.

A.PERAN PARA PELAKU
 
1.      Peran  Administrator
 Menurut W. K. Kellogg  tugas administrator berhubungan dengan :
 1. pengembangan kurikulum dan pembelajaran
 2. siswa
 3. kepemimpinan komunitas sekolah
 4. staff personil
 5. gedung sekolah
 6. transportasi sekolah
 7. struktur dan organisasi
 8. keuangan sekolah dan manajemen bisnis.
Prioritas utama yang harus dilakukan oleh administrator sebagai berikut:
           1. Memulai peningkatan metode dan teknik pengajaran.
           2. Memastikan bahwa kurikulum itu cocok  untuk kebutuhan para siswa.
           3. Mengarahkan para guru untuk memotivasi para siswa belajar secara optimal
           4. Memberikan kesempatan kepada  para guru untuk memilih programnya sendiri .
           5. Mengarahkan para guru untuk mengkoordinir dan menyusun materi
               pokok  sesuai dengan kelas masing-masing.

2.      Peran Para Siswa

Untuk merencanakan suatu program  dalam perencanaan kurikulum, harus disesuaikan dengan siswa. Rahasia pengambilan keputusan perencanaan kurikilum yang baik adalah dengan memperhatikan saran atau pendapat siswa untuk sekolahnya. .Beberapa sekolah mencari informasi tentang pendapat atau saran  siswa untuk dapat melihat secara lebih luas tentang suatu program kurikulum.
Keterlibatan siswa dalam perencanaan kurikulum menandakan perencanaan kurikulum yang professional. Sehingga mereka dapat merasakan bagaimana suatu program baru. Mereka dapat memberikan masukan sebagai penerima suatu program.
Pemilihan siswa yang ikut ambil bagian dalam perencanaan kurikulum, berdasarkan pada sejumlah variabel seperti kecerdasan, motivasi, dan pengetahuannya. Suatu kontribusi yang berharga untuk peningkatan kurikulum yang dapat diberikan siswa adalah mengevaluasi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Walaupun para siswa secara aktif masuk ke dalam proses pengembangan kurikulum dalam beberapa sistem persekolahan, keterlibatan mereka umumnya masih  cenderung jarang.

3.      Peran Warganegara Dewasa Dalam Masyarakat
Menurut Peter F. Oliva,  peran warganegara dewasa dalam masyarakat terkait dengan : 
a.      Pengikisan Dinding antar Sekolah dan Masyarakat.
b.      Permasalahan Sosial.
c.       Negara dan Prakarsa Nasional.
d.  Keikutsertaan Masyarakat.

4.   Peran Para Pekerja Kurikulum
                 Tanggung jawab utama pengembang kurikulum ditugaskan pada guru dan mereka
         yang dipilih sebagai pemimpin, keduanya dikenal sebagai pekerja kurikulum. Mereka
        adalah   kelompok   orang   yang   bekerja  sama  dengan   beban  yang   berat   untuk    
        meningkatkan kurikulum. Produktivitas akan sukses jika kelompok :
                  menetapkan tujuan pada awal pekerjaan
                  terdapat pertukaran personaliti
                  anggotanya mempunyai keahlian, pengetahuan dan kemampuan teknik
                  terdiri atas anggota yang mempunyai motivasi dan bersedia memberikan energi
                   dan waktunya                      
                  menerima kepemimpinan yang sesuai dan peran yang sesuai
                  orang-orang yang dapat berkomunikasi satu sama lain
                  mempunyai keahlian dalam pengambilan keputusan
                  mempunyai anggota-anggota yang menjaga agenda pribadi dalam relasi yang
                   sesuai dengan tujuan-tujuan kelompok 


5. Peran Para Guru

          Para Guru mengambil bagian penting dalam pengembangan kurikulum. Mereka  memulai dengan membuat proposal dan menyelesaikan kelas mereka. Mereka meninjau ulang proposal, mendata, melakukan riset, menghubungi orang tua dan lainnya, menulis dan menciptakan material kurikulum, mengevaluasi sumber daya, mencoba gagasan baru.
          Para guru bekerja sama dengan administrator dan professional lain, dapat menggunakan ketrampilan dan pengetahuan mereka dalam usaha untuk meningkatkan kurikulum.

6. Peran Pemimpin Kurikulum

          Pemimpin kurikulum paling sering adalah anggota sekolah, tetapi bisa juga datang dari luar kelompok guru, seperti pengawas kantor pusat, konsultan kurikulum, para direktur pembelajaran dan asisten untuk kurikulum. Pemimpin kurikulum harus :
         menguasai suatu pendidikan umum
         mempunyai pemahaman yang baik tentang kurikulum
         mempunyai pengetahuan tentang sumber daya untuk pengembangan kurikulum
         mempunyai keterampilan dalam riset
         dapat mengetahui kebutuhan siswa, masyarakat dan daerah
         mempunyai sedikit keahlian tentang filsafat, sosiologi dan psikologi
         mengetahui dan menghargai karakteristik individu rekan kerja mereka.


B. KEPEMIMPINAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Menurut Oliva dalam kepemimpinan dan pengembangan kurikulum ada empat faktor  yang sangat berpengaruh, yaitu:
1.      The Change Process (Proses Perubahan)
       Seorang pemimpin harus mengetahui apa yang dapat membawa perubahan dan dapat menerapkannya dalam kelompok. Ia harus dapat mengambil keputusan secara efektif. Lembaga-lembaga perlu berubah jika ingin berkembang.
       Ada beberapa variable dalam organisasi yang berpengaruh terhadap proses perubahan:
a.       Tugas-tugas
b.      Manusia
c.       Struktur
d.      Teknologi

Menurut Warren G. Bennis tugas sebagai agen atau pelopor perubahan meliputi :
-          Meningkatkan kompetensi antar pribadi pelaksana
-          Mengintroduksi nilai perubahan sehingga dirasakan perlu
-          Meningkatkan saling pengertian di antara anggota kelompok kerja untuk mengurangi ketegangan
-          Mengembangkan manajemen tim
-          Mengatasi konflik bukan menekannya
-          Menumbuhkan kebersamaan, rasa saling percaya, saling membutuhkan dan membagi tanggung jawab bersama.

2.      Interpersonal Relations
         Seorang pemimpin harus berusaha menggugah kelompok, membangkitkan kebanggaan dan meningkatkan moral yang dapat membantu mereka untuk merasa puas atas prestasi bersama. Kelompok akan mantap bila:
-          Interaksi antar anggota kelompok meningkat, harmonis, bersahabat, professional sifatnya.
-          Kepemimpinan dari dalam kelompok, bersumber dari kekuatan anggota
-          Adanya usaha yang konstruktif
-          Kelompok menyadari adanya kemajuan dalam mencapai tujuan dan perlu memperinci tujuan
-          Kelompok merasa mendapat penghargaan, rasa puas atas keberhasilan

3.      Leadership Skills
            Raip B. Kimbrough dan Michael Y. Nunnery menawarkan empat generalisasi tentang pemimpin dan kepemimpinan yang mereka anggap rasional :
1.      Pemimpin cenderung punya intelegensi yang lebih tinggi dari yang lain, punya kemampuan administrasi dan kompetensi teknik dalam menghadapi situasi.
2.      Pemimpin cenderung bersifat dewasa, punya kepercayaan diri, berorientasi pada tujuan, bisa menyelesaikan masalah, dan punya semangat untuk maju.
3.      Pemimpin harus sadar bahwa rakyat sangat penting dalam mewujudkan prestasi tujuan. Karena itu hendaknya pemimpin harus berkomunikasi dengan rakyat, bersosialisasi, ramah dan kooperatif.
4.      Adanya sifat-sifat ini tidak menjamin performa pemimpin, begitu juga tanpa sifat-sifat tersebut tidak akan menghalangi performa pemimpin, tetapi sifat-sifat tersebut tentu akan melahirkan performa efektif pemimpin.
              
Dalam hubungannya dengan kurikulum seorang pemimpin harus memenuhi syarat :
1.         Mengembangkan pendekatan demokratis
2.         Mengembangkan hubungan manusiawi
3.         Memadukan orientasi tugas dan hubungan manusiawi
4.         Mempertahankan kelompok jangan terlalu menyimpang
5.         Mengusahakan keterbukaan
6.         Mengusahakan kepemimpinan ditunjang dari dalam.
7.         Menghindari laissez-faire              
                    
5        Communication Skills
                 Pemimpin harus mempunyai tingkat ketrampilan komunikasi yang tinggi dan
             harus mampu menolong anggota kelompoknya dalam meningkatkan kemampuan
             komunikasinya.  Tiga masalah yang dijumpai dalam keterampilan komunikasi :


              a.  Kesulitan dalam komunikasi lisan bisa berasal dari situasi-situasi berikut :
1.      Anggota kelompok baik sengaja maupun tidak gagal menciptakan suatu topik
pembicaraan.
2.      Anggota kelompok menggunakan bahasa yang tidak tepat dan tidak jelas.
3.      Anggota kelompok memilih materi diskusi yang pernah mereka dengar
4.      Anggota gagal mengekspresikan dirinya sendiri, terutama apabila mereka tidak setuju dengan apa yang dikatakan
5.      Anggota gagal mengikuti jalannya diskusi secara teratur
6.      Diskusi ditutup dan kelompok memaksa untuk melakukan voting sebelum waktunya
7.      Sesi selesai tanpa keputusan
8.      Arus komunikasi utamanya mengalir dari pimpinan ke anggota
9.      Kedengkian, permusuhan dan ketidakharmonisan muncul dalam kelompok

b.  Kesulitan yang akan muncul pada bentuk komunikasi tertulis ketika terjadi situasi
                   seperti berikut :
1.      Penulis tidak bisa merasakan dampak dari kata-kata dalam komunikasi tulis
2.      Komunikasi tulis dalam jumlah berlebihan
3.      Penggunaan bahasa yang kurang baik

c.  Dalam tingkah laku non verbal, ketua kelompok tidak mampu mendeteksi :
Kepenatan, kebosanan, permusuhan dan sensitivitas  anggota dalam kelompok.

        Akhirnya  bagi  pengembangan  kurikulum yang  baik,  pimpinan  maupun anggota  kelompok harus menujukkan tingkat kemampuan yang tinggi dalam semua cara berkomunikasi, sehingga kesulitan yang mungkin timbul dapat segera diatasi.

.
DAFTAR PUSTAKA


Achasius Kaber, Pengembangan Kurikulum, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
              Jakarta, 1988.

Oemar Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum, UPI dan PT Remaja Rosdakarya,
              Bandung, 2006.

Oliva, Peter F, The Developing Curriculum, Scott Foresman and Company, Glenview, 1988.

Susanto, Pengembangan KTSP Dengan Perspektif Manajemen Visi, Matapena, 2007.

Terimakasih atas kunjungan anda, Semoga bermanfaat.
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...