Belajar Menjadi Pembawa Acara (Master of Ceremony/ MC) yang Baik

Selasa, 08 Mei 2012

       Yaa.. inilah pengalaman pertama saya menjadi MC di acara formal yang dihadiri oleh pejabat-pejabat daerah. Sebenarnya, menjadi MC bukan pengalaman pertama saya, tapi biasanya saya menjadi MC di acara-acara kantor saja, yang masih dilingkungan  pekerjaanku. Biasanya hanya dilihat atau dihadiri oleh teman-teman sekantor. Kini, dihadiri oleh pejabat-pejabat daerah, dan masyarakat   banyak, yang membuat saya sempat tidak percaya diri. Karena keyakinan yang kuat, saya harus mencobanya, dan bertekat dalam hati, jika saya tak mencoba kesempatan ini, saya tak akan pernah bisa. 
     Namun, alhamdullah berkat beberapa hari,  belajar dengan kakak yang juga dia sebagai MC untuk acara-acara di tingkat Kabupaten hingga Propinsi, akhirnya saya dapat membawa
acara dengan sukses. Menjadi MC apalagi di acara formal, hendaknya harus dipersiapkan terlebih dahulu, baik itu kesiapan mental, kemampuan, sikap maupun naskahnya.  
       Nah.. Sekarang saya ini berbagi sedikit pengalaman tentang tips menjadi MC yang baik. 
  1. Seorang MC harus memiliki kemapuan untuk memahami situasi acara yang dibawakannya, yaitu acaranya bersifat formal (resmi), semi-formal (setengah resmi), atau nonformal (tidak resmi). Hal ini sangat penting, karena MC harus dapat menyesuaikan diri, mulai dari pakaian, cara bicara, bahasa yang digunakan, hingga gerak tubuh yang ditampilkan.
  2. Seorang MC harus dapat berpenampilan menarik, rapi dan sesuai dengan acara yang dibawakannya. Karena semua perhatian tertuju kepada kita, berpenampilan yang menarik juga dapat membuat penonton atau tamu yang hadir tidak bosan.
  3. Seorang MC hendaknya menggunakan bahasa yang baik, benar, dan santun. Serta mempunyai keterampilan berbicara dengan baik, serta memiliki wawasan yang luas.
  4. Seorang MC harus dapat mengatur intonasi, teknik pernapasan, sehingga dapat membawakan acara dengan baik, dan enak didengar oleh penonton atau tamu yang hadir.
  5. Seorang MC juga harus dapat bersikap  tenang, kosentrasi  dan mampu menghubungkan  kepentingan penonton dan penyelenggara acara.

     Itulah sedikit pengalaman yang dapat saya bagi, yang paling utama sebelum membawakan suatu acara hendaknya berdo’a dan yakin, agar Allah membimbing dan memberi kemudahan kepada kita selama membawakan acara. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.... !!! :)
Terimakasih atas kunjungan anda, Semoga bermanfaat.
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...